Rabu, 16 Desember 2015

Poker Online - Siapa Penghambat Karir Dari Seorang Istri




Poker Online, Siapa Penghambat Karir Dari Seorang Istri - Punya anak disebut sebagai salah satu penghambat bagi kemajuan karir seorang wanita. Tetapi ternyata masalah terbesar bukanlah berasal dari situ, masalah terbesar sesungguhnya ternyata telah muncul bahkan sebelum Anda memiliki anak.

Dilansir dari Your Tango, sebuah penelitian terbaru dari Harvard Business School menyatakan bahwa yang menghancurkan karir seorang wanita bukanlah memiliki anak, tetapi memiliki suami. Kesimpulan tersebut didapat setelah meneliti mengenai kehidupan wanita karir yang sukses selama 20 tahun ke belakang. Ditemukan juga bahwa tidak ada tujuan pencapaian karir yang berbeda antara pria dan wanita selama ini. Tetapi ternyata wanita memiliki tingkat kepuasan kerja yang lebih rendah.

Pada pasangan suami istri yang saling berbagi tanggung jawab yang sama masalah kebahagiaan kerja yang rendah ini juga muncul. Walaupun suami berbagi tanggung jawab pekerjaan rumah secara adil dengan istri tetapi perasaan seperti ini ternyata masih muncul. Dan ini terutama ketika mulai memiliki anak.

Setelah pasangan suami istri memiliki anak sebenarnya tekanan terhadap istri tidak jauh berbeda dibanding sebelumnya. Hanya saja pergeseran sikap dari suami yang memaksa wanita jadi lebih bertanggung jawab dan mengutamakan anak dan keluarga di rumah jauh di atas segalanya. Pada saat itu, suami jadi lebih menuntut dan kembali pada tipe pasangan yang lebih tradisional dengan membuat pria lebih terfokus pada mencari nafkah sedangkan wanita mengurusi rumah.

Perubahan yang terjadi pada sikap dan cara pandang pria ini lah yang justru menghambat karir seorang wanita dan bukannya karena anak yang terlalu rewel. Jadi penting untuk sepasang suami istri yang sama-sama bekerja untuk membicarakan mengenai pembagian peran ketika telah memiliki anak. Dengan kejelasan tersebut maka hal-hal seperti ini dapat terhindarkan dari sebuah hubungan.


Posted By : PokerAon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar