Minggu, 20 Maret 2016

Bandar Bola - Wajarkah Jika Melakukan Fetisisme?


Studi Ungkap Beberapa Jenis Fetisisme Dalam Seks Adalah Perilaku Wajar

Bandar Bola - Fetisisme, merupakan ketertarikan yang tidak biasa terhadap objek secara seksual. Beberapa jenis fetisisme dikenali sebagai perilaku yang janggal dalam ilmu psikologi. Namun berdasarkan hasil studi terbaru, fetisisme dianggap hal yang normal bagi kalangan umum.

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Edisi Kelima (DSM-5), ketertarikan seksual terbagi menjadi dua kategori yakni normal (normopholic) dan anomali (paraphilic). Untuk mengetahui sejauh mana sebuah ketertarikan seks dianggap normal atau abnormal, peneliti melibatkan 1.040 responden yang berdomisili di Kanada.

Hasil studi yang dipublikasikan dalam The Journal of Sex Research mengungkapkan, dari delapan tipe ketertarikan seks yang masuk dalam kategori abnormal, empat diantaranya dinilai wajar. Sebanyak 45,6 persen partisipan tertarik mencoba satu jenis fetisisme yang dianggap janggal.

"Sementara 33 persen responden pernah melakukan perilaku tersebut sedikitnya satu kali seumur hidup," jelas Profesor Christian Joyal, salah satu penulis penelitian tersebut, seperti dikutip dari Daily Mail.

Christian menambahkan bahwa beberapa fetisisme seks ternyata dianggap wajar dari yang banyak orang kira. Tidak hanya untuk fantasi seks tapi juga hasrat dan perilaku seks secara umum.

Ada 35 persen orang yang tertarik dengan voyeurisme (dorongan tak terkendali untuk mengintip atau melihat lawan jenis telanjang atau menanggalkan busana). Sementara itu ada 19 persen responden yang tertarik dengan masokism, yakni kesenangan seksual yang berasal dari rasa sakit fisik atau psikologis yang ditimbulkan pada diri sendiri baik oleh diri sendiri atau orang lain.

Dalam studi tersebut, masokisme juga dianggap sebagai salah satu keberagaman dalam ketertarikan seksual. Bukan sesuatu yang janggal atau abnormal. Bahkan pada beberapa orang ditemukan masokisme justru bisa meningkatkan kepuasan seksual.

Perilaku fetisisme ini lebih banyak dialami pria ketimbang wanita. Tapi bukan berarti wanita tidak memiliki ketertarikan pada fetisisme sama sekali.

Namun ada yang harus digarisbawahi. Penelitian ini tidak serta merta menyatakan bahwa fetisisme adalah hal yang benar-benar normal. Tetap ada batasan, kapan fetisisme dinyatakan masih wajar atau sudah jadi janggal, pun tidak ada 'pakem' yang menetapkan hal tersebut. Semuanya harus melalui proses pemeriksaan dan konsultasi secara individual dengan ahli, seperti psikolog atau psikoseksual.

Posted By : 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar